Penulis Topik: Krononologi Singkat Metode ROOT Android Jaman Primitif Hingga Cara Kekinian.  (Dibaca 1148 kali)

Offline KnoAcc

  • Pro500
  • ******
  • Tulisan: 567
  • Reputation: 535
  • Jenis kelamin: Pria
  • Better Health Better Mind
    • Lihat Profil
    • KnoAcc Blog
Kalau bicara Android, kebanyakan user mahir pasti nyangkut di bahasan ROOT dan Custom ROM.

Dulu, Aplikasi pengelola superuser ya cuma superuser saja. Kemudian muncul SuperSU yang lebih advanced. Di ikuti Clockworkmod Superuser.

Sementara metode rooting mulai berkembang dan lebih mudah sejak munculnya aplikasi Framaroot. Yang kemudian muali mati perlahan sejak OS Lollipop. Namun, sebelum framarot mati, sudah banyak aplikasi rooting semisal Kingroot yang belakangan makin tangguh karena masih mampu menjebol OS Lollipop yang meskipun lagi lagi kewalahan saat update Marshmallow.

Sejak itu pula metode rooting kembali ke mode primitif. Melalui PC dengan ADB. Namun tak seperti di awal modifikasi (jaman android Gingerbread - ICS) kini metode rooting pun memanfaatkan mode fastboot agar bisa menempatkan custom recovery sebelum rooting. Selanjutnya menggunakannya untuk menempatkan file binary SU ke partisi system dengan memanfaatkan file flashable zip.

Lagi-lagi, android punya fitur baru. Mengingat keamanan ponsel yang sudah ROOT sangat rentan, aplikasi tertentu makin cerdas. Mampu mendeteksi apakah partisi system termidifikasi atau tidak (biasanya memindai ada atau tidaknya file binary SU) dan menolak untuk dibuka jika ponsel dalam kondisi root. Belum lagi adanya fitur SafetyNet yang diperkebalkan Google. Makin pusing para opreker.

Akhirnya, alur modifikasi pun mulai beralih ke mode systemless. Artinya, merubah System tanpa merubah apapun yang ada di system. Prinsipnya, dengan membuat file image partisi. (*.img) yang berguna menampung file modifikasi yang sebelumnya diletakkan di partisi system. Kemudian melakukan mounting image partisi sebagai salah satau direktori yang ada di partisi system.

SuperSU yang jadi kambing hitam karena jadi biang kerok pun merilis SuperSU systemless. Tetapi bagaimana dengan modifikasi lain seperti Xposed dll? Akhirnya, Magisk pun mulai melambung. Magisk awalnya digunakan sebagai wadah untuk modifikasi systemless. Paling awal yang memanfaatkan Magisk adalah modifikasi audio seperti viper, dolby dll.

Makin kesini ternyata Magisk makin berkembang. Hingga akhirnya muncullah MagiskSU yang dikembangkan dari modus root SuperSU. MagiskSU sebenarnya SAMA dengan SuperSU. Hanya sedikit ubahan agar bisa terintegrasi dengan framework Magisk saja.

Dan sejak itu pula MagiskSU jadi primadona pengganti SuperSU. Tentu saja harus menggunakan Magisk sebagai franework. Penasaran dengan Magisk? Mau tahu cara menggunakan magisk? Simak: Cara Memasang Magisk Systemless Framework

Eh, ternyata setelah memasang Magisk (untuk pengguna Android Marshmallow, Lollipop dan Kitkat) bisa memasang Framework Xposed sebagai modul. Nah loh? Framework didalam framework terpasang sebagai modul dan modul itu bisa ditambahi modulnya sendiri. Makin pusing kan? Hahaha...

Regards

Admin KnoAcc Blog.
« Edit Terakhir: Mei 04, 2017, 05:55:37 AM oleh KnoAcc »

Offline kamikazhe

  • Pro200
  • *****
  • Tulisan: 405
  • Reputation: 903
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
nge root pake king root mantap