Penulis Topik: The Great Queen Seon Deok, And Gallery  (Dibaca 113754 kali)

Offline andri099

  • Pro500
  • ******
  • Tulisan: 827
  • Reputation: 1229
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re: Korean Drama, And Gallery
« Jawab #10 pada: Desember 11, 2009, 10:27:05 AM »

Thanks For Mbc,And Google  :x

Offline andri099

  • Pro500
  • ******
  • Tulisan: 827
  • Reputation: 1229
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re: Korean Drama, And Gallery
« Jawab #11 pada: Desember 11, 2009, 01:33:03 PM »
Untuk Sinopsis Episode 1-22 Silahkan menuju sumber http://www.indosiar.com/sinopsis/82873/the-great-queen-seon-deok-episode-1

Sinopsis Episode 23 11-Dec-2009 16:30 WIB di indosiar

Berbeda dengan Yushin (Uhm Tae-woong) yang hanya bersenjatakan tongkat kayu, Bidam (Kim Nam-gil) dengan pedangnya tidak segan-segan membunuh lawan-lawannya. Namun yang paling membuat Seolwon (Jun Noh-min) kaget, Bidam memiliki jurus yang sama persis dengan Munno (Jung Ho-bin).

Meremehkan Yushin yang saat remaja sering dikalahkan, Seokpum (Hong Kyung-in) dan belakangan Bojong (Baek Do-bin) ternyata mampu dikalahkan oleh sang yunior. Begitu ada kesempaan, Bidam langsung mengajak Yushin dan Deokman (Lee Yo-won) untuk melarikan diri.

Berhasil lolos setelah melompat ke dalam air terjun, Yushin sangat kecewa saat Bidam memberitahunya kalau Deokman berniat bunuh diri. Namun saat ditegur, Deokman dengan marah menyebut sudah tidak ada lagi jalan keluar dari masalah yang dihadapinya. Siapa sangka, Yushin menyebut bahwa ia siap pergi sejauh mungkin dari Shilla dan meninggalkan semuanya demi Deokman.

Ditemani oleh Alcheon (Lee Seung-hyo), Putri Cheonmyeong (Park Ye-jin) menyusul Kim Seohyeon (Ju Sung-mo) ke desa Gunmak. Begitu bertemu muka, ia langsung bisa menebak kalau ayah Yushin itu sudah bekerja sama dengan Eule (Shin Goo). Dengan marah, ia meminta Kim Seohyeon mengubah perintahnya supaya Deokman bisa ditemukan dengan selamat.

Gagalnya penangkapan Deokman membuat kubu Mishil (Go Hyeon-jeong) berang, namun wanita itu tetap ngotot supaya putri bungsu Raja Jinpyeong (Jo Min-ki) itu ditangkap dalam keadaan hidup. Oleh Pendeta Seori (Song Ok-sook), Mishil kembali diingatkan bahwa ramalan bintang menunjukkan bahwa kehadiran dua putri kembar hanya akan membuatnya berada dalam kesulitan.

Untuk kesekian kalinya peringatan itu diabaikan oleh Mishil, sehingga Seori memutuskan untuk bicara dengan Misaeng (Jung Wong-in). Begitu mendengar kalau kehadiran putri kembar bakal mengancam Mishil, Misaeng mengutus salah seorang putranya Daenambo (Ryu Sang-wook) untuk menghabisi Deokman.

Saat tengah melacak keberadaan Deokman, secara tidak sengaja Alcheon melihat gerak-gerik seorang wanita yang mencurigakan. Saat diikuti, wanita tersebut secara tidak sengaja mempertemukannya dengan Bidam dan salah seorang penduduk desa.

Begitu ditodong pedang, Bidam langsung teringat oleh peringatan Yushin tentang warna ikat kepala hwarang yang harus dihindari. Mendengar Alcheon menyebut dirinya rekan Yushin, ditambah kemunculan Goksaheun (Jun Young-bin) dan Daepung (Park Young-seo) yang memakai kostum klan Kembang Naga, ia memutuskan membawa mereka ke tempat persembunyian.

Siapa sangka di tengah jalan Bidam berubah pikiran, dengan satu gerakan cepat ia merebut dan menghunuskan pedang ke arah Goksaheun dan Daepung. Suara adu mulut antara Bidam dan Putri Cheonmyeong terdengar oleh Deokman dan Yushin, yang langsung keluar dari persembunyiannya.

Di gubuk terpencil, Putri Cheonmyeong dengan sedih meminta Deokman untuk pergi sejauh mungkin dari Seorabol sambil minta maaf karena dirinya dan keluarga raja tidak mampu melindungi gadis malang itu. Sebelum pergi, Deokman diminta untuk mengganti pakaiannya dengan gaun yang sama persis dengan yang dikenakan Putri Cheonmyeong.

Begitu Deokman muncul, Putri Cheonmyeong langsung meneteskan air mata terharu. Sambil menyisir rambut Deokman, sang putri berpesan supaya adiknya bisa hidup bahagia bersama Yushin. Deokman hanya tersenyum tipis saat Putri Cheonmyeong meminta dirinya memanggil kakak, dan menyebut bakal menggunakan panggilan itu bila keduanya bertemu lagi.

Sementara itu, Goksaheun dan Daepung terus mengamati gerak-gerik pasukan Seolwon dan melaporkannya pada Alcheon. Keduanya tidak sadar kalau mereka diikuti oleh Daenambo, yang tanpa sepengetahuan atasannya mengemban misi rahasia dari Misaeng. Tidak ada yang sadar bahwa aksinya bakal mengubah sejarah

@sumber http://www.indosiar.com/sinopsis/83395/the-great-queen-seon-deok-episode-23
« Edit Terakhir: Februari 05, 2010, 02:50:19 PM oleh andri099 »

Offline andri099

  • Pro500
  • ******
  • Tulisan: 827
  • Reputation: 1229
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re: Korean Drama, And Gallery
« Jawab #12 pada: Desember 12, 2009, 02:04:59 PM »

Offline andri099

  • Pro500
  • ******
  • Tulisan: 827
  • Reputation: 1229
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re: Korean Drama, And Gallery
« Jawab #13 pada: Desember 14, 2009, 12:48:18 PM »
Sinopsis Episode 24 14-Dec-2009 16:30 WIB di indosiar

aat tengah mengendap-ngendap, Daenambo (Ryu Sang-wook) dikejutkan oleh Alcheon (Lee Seung-hyo) dan Putri Cheonmyeong (Park Ye-jin) yang mendadak keluar dari gubuk. Sempat gelagapan, Daenambo beralasan kemunculannya di tempat itu adalah karena kebetulan belaka.

Diam-diam, Daenambo terus mengikuti Putri Cheonmyeong meski muncul isyarat asap. Isyarat tersebut, yang ternyata dibuat oleh Bidam (Kim Nam-gil) dan Imjong (Kang Ji-hoo), mampu mengelabuhi pasukan pimpinan Bojong (Baek Do-bin) dan Seokpum (Hong Kyung-in). Sayang, siasat Putri Cheonmyeong yang bertukar identitas dengan Deokman (Lee Yo-won) terbongkar.

Dengan geram, Daenambo mengarahkan anak panahnya ke arah Deokman. Untungnya, Yushin (Uhm Tae-woong) bergerak cepat. Daenambo sendiri sempat terlibat perkelahian seru dengan Alcheon, namun ia bisa meloloskan diri untuk meneruskan misinya.

Sebelum Deokman berangkat dengan rakit, Putri Cheonmyeon sempat kembali bertemu dengannya untuk melepas sang adik. Tidak ada yang menyangka bahwa dari belakang, Daenambo mengarahkan anak panahnya ke sang putri karena mengira wanita itu adalah Deokman. Akibatnya fatal, Putri Cheonmyeong langsung ambruk terkena anak panah beracun.

Sebelum mengungsi, Bidam sempat melepas sejumlah anak panah yang salah satunya mengenai Daenambo. Apes bagi Daenambo, saat berusaha menghilangkan barang bukti, ia malah bertemu rombongan Bojong dan Seokpum yang dipimpin langsung oleh Seolwon (Jung Noh-min).

Di gua tersembunyi, Putri Cheonmyeong meregang nyawa sambil ditemani oleh Yushin, sementara Deokman menarik Bidam untuk mencari penawar racun. Dengan napas tersengal-sengal, sang putri akhirnya mengakui perasaannya pada Yushin. Setelah itu, ia meminta Yushin untuk terus menjaga Deokman dan melupakan soal Shilla maupun Mishil.

Memacu kudanya secepat mungkin, Bidam dan Deokman berpacu dengan waktu. Sayangnya usaha mereka terlambat. Saat sampai di gua, mereka disambut oleh wajah Alcheon yang penuh duka. Sempat histeris, saat masuk gua Deokman melihat Yushin menemani jasad Putri Cheonmyeong.

Tidak percaya apa yang terjadi, Deokman langsung menangis sejadi-jadinya saat membuka tudung yang menutupi wajah Putri Cheonmyeong. Dengan penuh duka, Alcheon membawa jenazah sang putri kembali ke Seorabol, sementara Yushin meneruskan tugasnya menjaga Deokman untuk pergi sejauh mungkin.

Begitu tiba sambil mendorong kereta, Alcheon disambut oleh rombongan prajurit pimpinan Seolwon. Mengira kalau yang bakal muncul adalah jenazah Deokman, Seolwon langsung berlutut dengan penuh rasa terkejut saat mendapati yang meninggal adalah Putri Cheonmyeong.

Berita meninggalnya Putri Cheonmyeong langsung membuat semua orang terpukul terlebih Raja Jinpyeong (Jo Min-ki) dan Ratu Maya (Yoon Yoo-sun). Pukulan juga dirasakan oleh kubu Mishil (Go Hyeon-jeong), yang langsung memerintahkan untuk menghentikan pencarian Deokman dan tidak bergerak sebelum mendapat perintah.

Di saat para pejabat Shilla sibuk mempersiapkan pemakaman Putri Cheonmyeong, Deokman yang masih belum bisa lepas dari syok langsung demam. Yushin yang merawatnya selama tiga hari tiga malam terkejut karena saat pagi, gadis itu sudah tidak ada di tempat tidurnya.

Rupanya, Deokman tengah duduk merenung sambil menatap air terjun. Paham atas kesedihan yang dialami gadis itu, Yushin berusaha menghiburnya. Ia menyerahkan sisir pemberian Putri Cheonmyeong sambil menyebut pesan terakhir yang disampaikan : Deokman harus hidup bahagia sebagai seorang wanita dan melupakan Shilla maupun Mishil.

Apa yang dilakukan Deokman selanjutnya sangat mengejutkan, ia menyebut tidak akan menuruti keinginan mendiang Putri Cheonmyeong sambil mematahkan sisir pemberian sang kakak
@sumber
http://www.indosiar.com/sinopsis/83407/the-great-queen-seon-deok-episode-24
« Edit Terakhir: Desember 14, 2009, 12:49:54 PM oleh andri099 »

Offline andri099

  • Pro500
  • ******
  • Tulisan: 827
  • Reputation: 1229
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re: The Great Queen Seon Deok, And Gallery
« Jawab #14 pada: Desember 15, 2009, 02:58:26 AM »


Chief Of Saryang Bu "Lord Bidam" And Chief Of Royal Guard "General Alcheon"

*Special gallery

Offline valen1701

  • Pro200
  • *****
  • Tulisan: 382
  • Reputation: 438
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • Teva sandals Online Store
Re: The Great Queen Seon Deok, And Gallery
« Jawab #15 pada: Desember 15, 2009, 07:49:48 AM »
Tamatnya mpe episode brp bro?aq dah nonton mpe episode 51,tp msh bersambung ternyata,musti nyari lg nich

Offline GT.m

  • Pro10
  • ***
  • Tulisan: 16
  • Reputation: 44
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re: The Great Queen Seon Deok, And Gallery
« Jawab #16 pada: Desember 15, 2009, 08:37:15 AM »
emang nih drama seru ya? ??? ??? ???

coz wa suka drama korea cuma thry star kiss again sama BBF doank...

coba ah...  :-\ :-\ :-\ :-\

Offline andri099

  • Pro500
  • ******
  • Tulisan: 827
  • Reputation: 1229
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re: The Great Queen Seon Deok, And Gallery
« Jawab #17 pada: Desember 15, 2009, 11:33:47 AM »
@valen ini tamat ampe episode 62...sekarang di korea masi siaran ampe episode 59, dan di indonesia tayang nya masih ampe episode 24..
@GT.m Era BBF dah Lewat...Sekarang era TGQSD  :-bd
« Edit Terakhir: Desember 16, 2009, 12:16:54 AM oleh andri099 »

Offline andri099

  • Pro500
  • ******
  • Tulisan: 827
  • Reputation: 1229
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re: The Great Queen Seon Deok, And Gallery
« Jawab #18 pada: Desember 15, 2009, 04:13:00 PM »
Sinopsis Episode 25
Tayang: 15-Dec-2009 16:30 WIB di indosiar

Baik Deokman (Lee Yo-won) maupun Yushin (Uhm Tae-woong) tidak melepaskan diri dari perasaan bersalah atas kejadian yang menimpa Putri Cheonmyeong (Park Ye-jin). Begitu Deokman mengucapkan isi hatinya, Yushin cuma bisa berlutut sambil menangis.

Yushin mengira waktu bisa mendinginkan Deokman, namun dirinya keliru. Tekad Deokman untuk kembali ke Seorabol demi membalas dendam justru semakin kuat, kepergiannya sempat dilihat oleh Bidam (Kim Nam-gil). Mengira Deokman hanya bercanda, Bidam cuma bisa terbengong-bengong melihat gadis itu dengan mantap melangkah pergi.

Saat tengah melihat-lihat suasana desa, dimana penduduk mulai bergosip seputar penyebab kematian Putri Cheonmyeong, tiba-tiba Bidam ditegur oleh Munno (Jung Ho-bin). Rupanya, sang guru hendak mengajaknya meneruskan perjalanan mereka berkelana.

Namun begitu Bidam menyebut berniat menolong nangdo yang pernah diselamatkannya, Munno melihat ketulusan di mata muridnya. Sempat teringat dengan kejadian di masa lalu saat baru saja menyelamatkan Sohwa (Seo Young-hee), Munno akhirnya mengijinkan Bidam menjalankan niatnya dan menyusul setelah semuanya selesai.

Setelah pemakaman Putri Cheonmyeong selesai, Alcheon (Lee Seung-hyo) mendadak muncul di istana dengan pakaian lengkap hwarang dan riasan wajah. Dengan lantang, ia berlutut didepan istana sambil menyerukan supaya Raja Jinpyeong mengusut tuntas penyebab kematian sang putri.

Mishil tidak kalah cerdik, ia menggelar rapat kabinet bersama para petinggi istana mulai dari Sejong (Dok Go-young), Eulje (Shin Goo), Kim Seohyeon (Jung Sung-mo), Yongchun (Do Yi-sung), Hojae (Go Yoon-hoo), Hajong (Kim Jung-hyun), hingga Seolwon (Jun Noh-min). Dalam rapat tersebut, Mishil membelokkan kecurigaan pada kubu Eulje, yang dianggap bertanggung jawab atas kematian Putri Cheonmyeong.

Masih dalam keadaan berduka, Raja Jinpyeong yang lemah akhirnya menyebut kematian putrinya adalah karena kecelakaan. Dengan senyum penuh kemenangan, Seolwon memberitahu kabar tersebut pada Alcheon sambil mengancam bahwa semua tuduhan tak berdasar bakal berujung hukuman mati. Keruan saja, Alcheon sangat kecewa mendengar keputusan Raja Jinpyeong.

Begitu kembali ke kediamannya, Mishil berniat menghabisi Misaeng (Jung Woong-in) yang dianggap telah mengacaukan semua rencananya. Dengan nyawa berada di ujung tanduk, Misaeng ternyata mampu menyelamatkan dirinya dengan menjanjikan Mishil akan datangnya gerhana matahari dengan bantuan Wolcheon.

Setelah menyelesaikan masalah dengan adiknya, hal terakhir yang harus dibereskan Mishil adalah Seori (Song Ok-sook). Tidak memperdulikan nasehat sang pendeta agung, Mishil meninggalkan botol berisi racun sebelum pergi.

Merasa gagal dalam menjaga keselamatan Putri Cheonmyeong, Alcheon berniat bunuh diri. Namun sebelum sempat menghujamkan pisaunya, ia dihentikan oleh Deokman. Sempat meminta nangdo itu tidak ikut campur, Alcheon sangat terkejut mendengar Deokman memintanya untuk membantu membalas dendam dan langsung berlutut sambil menyatakan kesetiaannya.

Misi pertama Alcheon adalah mengantarkan surat ke Raja Jinpyeong dan menemui Ratu Maya (Yoon Yoo-sun) yang tengah terbaring sakit. Di istana, ia bertemu dengan Yushin yang baru kembali dan mengkuatirkan keadaan Deokman. Oleh Alcheon, Yushin diberitahu tempat dimana Deokman, yang tengah berusaha meyakinkan Bidam, bersembunyi.

Kecewa karena merasa tidak dilibatkan, Yushin cuma bisa terdiam ketika Deokman menyatakan alasannya : ia kuatir kalau kehadiran Yushin akan melemahkan tekadnya membalas semua perbuatan Mishil. Apalagi bila statusnya sebagai putri raja sudah pulih, hubungannya dengan Yushin bakal berubah drastis.

Berhasil menyusup masuk sebagai pelayan kuil untuk menemui Ratu Maya, langkah Deokman berikutnya adalah mengkonfrontir Seori. Saat ditodong pisau, mata Seori terbelalak saat samar-samar melihat bayangan Deokman sebagai seorang ratu. Belum selesai keterkejutannya, tiba-tiba Seori dikagetkan oleh kedatangan seseorang.

Meminta Deokman untuk bersembunyi supaya nyawanya selamat, Seori menyambut sang tamu yang tidak lain adalah Mishil. Setelah mengatakan bahwa Mishil tidak akan pernah menjadi seorang ratu, Seori meminum racun sambil menyampaikan pesan terakhir : satu-satunya orang yang bisa menyelamatkan Mishil adalah Guru Wolcheon dari kuil Hwadeok.

Rupanya sebelum meninggal, Seori sengaja bicara keras supaya Deokman yang tengah bersembunyi bisa mendengar semuanya. Setelah kembali ke persembunyiannya, Deokman berniat untuk menemukan orang yang disebut Seori. Tidak cuma itu, ia juga menyebut niat utamanya : menjadi penguasa Shilla
@sumber http://www.indosiar.com/sinopsis/83445/the-great-queen-seon-deok-episode-25
« Edit Terakhir: Desember 15, 2009, 04:17:32 PM oleh andri099 »

Offline Multihunter

  • Pro100
  • ****
  • Tulisan: 106
  • Reputation: 153
    • Lihat Profil
Re: The Great Queen Seon Deok, And Gallery
« Jawab #19 pada: Desember 15, 2009, 04:36:25 PM »
SAMBUNG TERUS GAN SINOPSISNYA.....