Penulis Topik: Kunci Sukses dalam Ternak Sapi Potong  (Dibaca 710 kali)

Offline Mudaberkarya

  • Pro1
  • *
  • Tulisan: 2
  • Reputation: 0
    • Lihat Profil
Kunci Sukses dalam Ternak Sapi Potong
« pada: April 20, 2017, 01:46:53 PM »

Di beberapa daerah semisal jawa timur, jawa tengah dan jaw barat dan daerah lain di Indonesia terlebih daerah perkampungan sudah cukup sering kita temukan peternakan sapi potong atau sapi pedaging dengan cara tradisional. Di setiap rumah memiliki bisnis ternak sapi yang dibuat di sekitar tempat tingga masing masing. Meskipun dijalankan dengan cara sampingan akan tetapi hal itu sudah sangat membantu mendongkrak perekonomian peternak setempat. Sedangkan untuk pakan sapi tidak sulit didapatkan dilokasi tersebut.

Di daerah jawa barat seperti sumedang kecamatan tanjung medar desa jingkrang tergolong dalam area pusat budidaya sapi potong dengan skala rumahan akan tetapi dengan jumlah banyak. Di lokasi tersebut setiap orang memiliki usaha budaidaya sapi. Dari mulai sapi yang berjumlah satu ekor higga berjumlah 10 ekor. Namun cara pemeliharaanya dilakukan secara tradisional, dalam pemberian makanan kepada sapi masih bersifat alami. Tidak memakai peralatan dan pemberian pakan sapi modern yang bisa lebih awet serta lebih tahan lama.
Salah satu penduduk yang merupakan seorang peternak sapi denga skala kecil-kecilan, ia memiliki satu ekor sapi, 6 ekor kambing dan dua ekor ternak domba. Kandang sapi nya dibuat dari tatanan kayu alakadarnya dan didirikan dekat rumahnya. Setiap hari hewan ternaknya tersebut selalu diberi pakan rumput atau dedaunan pagi dan sore. Hal tersebut telah ia lakukan sejak lama dan bisnis peternakan sapinya tersebut dapat membiayai kehidupan anak-anak dan istrinya setiap harinya.

Rincian kisaran modal usaha sapi pada langkah awal

Dalam memulai bisnis ternak sapi, anda harus menyediakan modal yang cukup untuk dibelikan bibit sapi yang berkualitas. Dengan harga sekitar 8 juta per ekor. Dalam waktu enam bulan pengelolaan sapi tersebut akan mengalami penaikan hingga menajdi 14 juta tiap ekornya. Jadi apabila dihitung dalam waktu 6 bulan, usaha peternakan sapi bisa menghasilkan profit dengan jumlah 6 jt per ekor sapi. Jika tiap keluarga memelihara 3 sampai 4 ekor sapi ataupun lebih banyak tentu penghasilan mereka akan menjadi lebih banyak lagi.

Tinggal dikalikan saja keuntungan 6jt tadi dengan jumlah sapi yang diternak selama 6 bulan waktu pemeliharaan. Bisnis ternak sapi rumah tangga akan terlihat melonjak dan meningkat dengan signifikan pada waktu khusus. Semisal menjelang memasuki idul fitri. Yangmana banyak orang sangat membutuhkan daging sapi pada momen tersebut untuk diolah santapan.

Simpelnya, apabila anda ingin membuka usaha peternakan sapi potong yang professional, modern serta mampu menghasilkan profit yang cukup besar, maka rincian modal bisnis ternak sapi tersebut akan menjadi semakin besar dari pada usaha peternakan sapi dengan skala rumahan, dari mulai membuat kandang ternak sapi yang cukup besar dengan mdal kurang lebih 10jt, alat-alat dan pelengkap kandang kurang lebih 400 ribu, bibit sapi unggul satu ekornya sekitar 8 juta, biaya makanan sapi berupa konsentrat 500 ribu, upah karyawan sekitar 6 juta selama 6 bulan.

Dalam jangka waktu 6 bulan, bisnis ternak sapi yang dikelola secara modern bisa mendatangkan kenuntungan bersih sampai 60 jt.
Untuk meningkatkan profit pastinya dibutuhkan anggaran modal yang lebih besar pula atau modal tambahan. Maka dari itu, anda dapat menjalin kerjasama dengan investor atau meminjam modal usaha kepada Bank Syariah yang terdapat disekitar, dengan membawa proposal usaha ternak sapi yang telah anda jalani tersebut. Setelah diperiksa oleh pihak surveyor lembaga keungan. Maka kemudian anda baru akan diberi pinjaman modal sesuai dengan jumlah yang anda perlukan. Dengan begitu anda dapat membeli bibit sapi ternak dengan kualitas baik untuk dipelihara dan dikelola supaya mampu menambah profit yang lebih tinggi.

Sebenarnya pendapatan peternak sapi dapat menjadi lebih besar dengan menjalankan usaha sampingan peternakan sapi. Yaitu dengan memanfaatkan limbah kotoran sapi ternak untuk kemudian dirubah menjadi pupuk alami kompos lalu dijual kepada masyarakat yang butuh dengan pupuk tersebut.

Selain itu untuk menambah keuntungan bisnis ternak, anda bisa melakukan kerjasama dengan masyarakat terdekat lalu menawarkan bisnis yang saling menguntungkan. Dimana ia sebagai peternak sapi bisa menitipkan sapinya dengan system kemitraan yang dapat sama untung.

Setelah sapi ternak mulai berkembang dan menjadi lebih besar, maka sapi akan dijual di pasaran dan setelah itu hasil dari penjualan sapi ternak tersebut dibagi menjadi dua antara pemilik dan pengelola sapi. Dengan menggunakan sistem kerjasama seperti ini profit bisnis peternakan sapi akan mengalami pertumbuhan. Terlebih lagi apabila sapi ternak miliknya melahirkan anak sapi lagi tentunya akan menambah keuntungan peternakan sapi menjadi semakin banyak.
« Edit Terakhir: April 20, 2017, 01:51:14 PM oleh Mudaberkarya »