Penulis Topik: Panduan Budidaya Cabe Merah Keriting Supaya Berbuah Lebat  (Dibaca 173 kali)

Offline cabainasa

  • Pro1
  • *
  • Tulisan: 1
  • Reputation: 0
    • Lihat Profil
Panduan Budidaya Cabe Merah Keriting Supaya Berbuah Lebat
« pada: September 14, 2017, 02:51:50 PM »
Tanaman cabai agar berbuah banyak, tentu saja tidak lepas dari bagaimana cara menanam cabai yang dilakukan. Tentunya ada perawatan khusus yang harus diberikan terhadap tanaman cabai yang sedang ditanam, bergantung dengan jenis, cara dan media tanam yang digunakan.

Tanaman cabe merupakan tanaman yang mudah tumbuh dimana pun. Tanaman yang masuk dalam keluarga "Solanacearum" ini tidak memiliki macam-macam kriteria untuk tumbuh. Asalkan kebutuhan airnya terpenuhi dan tepatwaktu, tanaman cabai akan tumbuh dengan baik serta berbuah optimal.

Cara Budidaya Cabe Merah Keriting Yang Benar

Ada beberapa poin penting yang harus Diperhatikan supaya tanaman cabe yang baru dikelola dapat berbuah banyak dengan cepat. Poin itu yakni :

1. Kebutuhan Air serta Nutrisi

Yang biasanya orang ketahui, apabila tanaman cabai telah tumbuh dengan subur serta telah muncul bakal buahnya artinya kegiatan menanam sudah selesai. Ternyata asumsi itu justru tidak benar. Ketika tanaman cabai telah nampak berbuah, justru kita kudu memberikan perhatian khusus yang utama mengenai asupan air serta nutrisinya. Hambatan yang sering muncul yang disebabkan kekurangan kebutuhan air serta nutrisi ialah rontok calon buah dan cabang layu. Untuk mengatasi penyakit tersebut kegiatan yang perlu dilakukan ialah dengan mengaplikasikan pupuk organik serta bukan pupuk kimia saja.

Pupuk hayati untuk menambah asupan nutrisi untuk tanaman cabe, yaitu Anda bisa memakai SUPERNASA, POC NASA, serta guna memperbanyak produksi buah cabe Anda bisa menggunakan Power Nutrition pada tanaman cabe Anda.

2. Pemupukan Pada Tanaman Cabe

Tanda-tanda tanaman cabe yang tumbuh Baik ialah tinggi tanaman standar dengan bunga serta buah yang banyak. Oleh karena itu, tanaman cabai selama masa hidupnya penting sangat diberi pemupukan. Pemupukan ke tanaman cabe dapat menggunakan perpaduan pupuk organik serta pupuk anorganik.

Pemberian pupuk Makro tambahan (Urea,ZA serta KCL)

  • Usia tanaman 1 sampai 4 minggu

Aturan yang digunakan :

Urea = 10 sendok makan

ZA = 10 sendok makan

Kcl = 10 sdm

Power Nutrition = 5 - 10 sdm

Cara pemberian :

Jadikan satu semua pupuk tersebut dengan 50 liter atmosphere, dan siramkan sebesar 1 gelas (200cc) setiap lubang tanaman.

Pemberian per 1 minggu satu kali.

  • Usia 5 minggu dan seterusnya

Anjuran yang digunakan :

Urea = 10 sdm

ZA = 20 sdm

Kcl = 20 sendok makan

Power Nutrition = 10 hingga 20 sdm

Cara aplikasi :

Campur semua pupuk itu ke dalam 50 liter atmosphere, siram two - 3 gelas (400cc sampai 600cc) per lubang tanam.

Pemupukan ini setiap 1 minggu satu kali.

  • Pemberian pupuk POC NASA, HORMONIK (GREENSTAR) dan AERO-810

Umur 2 Minggu dan seterusnya (span 1 - 3 minggu)

Anjuran yang dipakai :

Semprotkan POC NASA 3 hingga 5 tutup setiap tangki tambah HORMONIK 1 tutup per tangki tambah AERO-810 0,5 tutup setiap tangki.

Cara pemberian :

Penyemprotan dikerjakan atas menuju bawah permukaan daun. Dengan volume tangki 10 sampai 17 liter, diperlukan 20 - 30 tangki each 1 hektar lahan

3. Merawat Tanaman Cabai

Merawat tanaman cabai yang dimaksud yakni memberikan perhatian ekstra mengenai perkembangan serta pertumbuhan tanaman.

  • Menggunting cabang-cabang tanaman yang layu serta mati.
    Memangkas serta membersihkan tanaman cabai dari dedaunan yang sudah mengering atau mati yang biasanya ada di pangkal batang.
    Memotong tunas-tunas susulan. Tidak usah merasa sayang dibuang terhadap tunas-tunas itu. Sebab tujuan menanam cabai bukan untuk sekadar melihat rimbunnya daun atau suburnya tanaman tetapi juga untuk mendapatkan buah yang lebat serta sehat.
    Membuat penyangga atau sangga untuk membantu tanaman cabai agar berdiri lurus saat akarnya tidak terlalu kuat atau buahnya telah cukup nampak memberatkan ranting dan batang tanaman cabe.
    Pendangiran serta penyiangan juga menjadikan tanaman cabai tumbuh lebih subur. Penyiangan memiliki tujuan untuk mengoret/mencabut gulma (rumput liar) supaya tempat tanam cabai (bedengan) jadi lebih bersih. Pakailah perkakas penyiangan misalnya pencong, cangkul kecil, serta alat penyiangan lainnya. Penyiangan pada tanaman cabe dapat dikerjakan secara kondisional saja yang berarti menyesuaikan dengan kondisi lahan tanam. Metode kondisional, hanya dilakukan bila terdapat gulma. Sementara itu, pendangiran memiliki tujuan agar tanah lahan tanam cabai (bedengan) jadi lebih gembur. Penggemburan ini bisa menggunakan cangkul kecil. Tekniknya adalah mencangkul kecil-kecil pada tanah yang ada di sekeliling pusat tumbuh tanaman. Upayakan tetap hati-hati supaya tidak akar tumbuhan yang terluka. Pendangiran bisa dikerjakan sesering mungkin, contohnya per 14 hari sekali.

4. Memberantas Gulma Di Tanaman Cabe

Gulma atau tanaman pengganggu ialah tanaman liar yang ikut memakan nutrisi dan zat hara tanah dan mengganggu pertumbuhan tanaman utama. Ada dua teknik yang biasanya dikerjakan untuk mengurangi gulma di tanaman cabe, adalah menyemprotnya pestisida kimia maupun lakukan penyiangan dengan manual. Tidak seluruh gulma ternyata merugikan tanaman, karena kenyataannya ada beberapa gulma yang memiliki manfaat untuk mengendalikan hama secara [alami|hayati} pada areal penanaman cabe. Cabut serta bersihkan tanaman-tanaman lain yang muncul pada place akar tanaman cabe.

5. Memberantas Hama serta Penyakit Tanaman Cabe

  • Penyakit Busuk Buah Antraknosa (PATEK)

Dikarenakan oleh kondisi cuaca yang mendukung perkembangan cendawan. untuk mengendalikannya dengan menyebar Natural Glio di tanah dan kocor bersama 1 sendok makan dolomit per pokok dan mengurangi bahan kimia. Lebih baik sebelum ditanam, campurkan Natural Glio dengan kompos 25 kgdan dibiarkan 1 minggu sebelum ditaburkan ke lahan. Bisa juga [dipadukan|dicampurkan} dengan SUPERNASA.

  • Daun Keriting atau Mosaik

Dikarenakan oleh kondisi cuaca ekstrim serta juga dikarenakan oleh kelompok kutu yang memakan cairan pada ujung daun yang dapat membawa virus. Kendalikan dengan menyemprotkan PENTANA 4 sampai 5 tutup per tangki, atau gunakan BVR satu minggu dua kali, [tambah|dan tambahkan|ditambah} sepertiga AERO-810 per|tiap|setiap} tangki.

  • Penyakit Layu

Penyakit layu cukup susah untuk dicegah apabila sudah menyerang. Penyakit ini dikarenakan oleh jamur dan bakteri. Penyakit ini terdapat dua macam layu fusarium serta layu bakteri. Tanaman yang sudah terserang segera dimusnahkan dan diberantas dengan Natural Glio, siramkan Natural Glio pada pokok pohon dan mencegahnya dengan menaburkan campuran GLIO serta pupuk kandang.

  • Penyakit Bercak Daun

Dikarenakan oleh iklim dan. Kebanyakan menyerang pada saat musim hujan yang diberi tanda dengan bercak-bercak bundar dengan warna abu-abu dan pinggiran coklat serta akan kuning serta akhirnya gugur. kendalikan dengan menggunakan GLIO.

  • Penyakit Virus Kuning atau Bule (Bulai)

Berdasarkan namanya daun serta batang tanaman akan berubah kuning, karena virus gemini. Pengendalian dengan menyemprotkan PESTONA atau Natural BVR.

  • Penyakit Busuk Batang, Akar serta Buah

Disebabkan oleh jamur dan virus karena drainase yang jelek, pengaplikasian unsur N Urea terlalu berlebihan, kompos yang belum matang, populasi nematoda terlalu banyak serta sebelumnya kebun pernah di tanamani cabai maupun mentimun. Lakukan pengendalian dengan meminimalisir penyebabnya serta penggunaan GLIO saat pengelolaan lahan.

Sebagai upaya pengendalian penyakit cabai sebaiknya lakukan langkah sebagai berikut :

Saat pengolahan kebun campurkan 25 pupuk kandang dengan 1 kotak Natural Glio maupun 1 pak GLIO dengan SUPERNASA 250 gr serta atmosphere 200 liter.
Semprotkan 5 tutup PESTONA maupun 30 gr Natural BVR yang [ditambah|diberi} 0,5 tutup AERO-810 setiap tangki. Berikan tiap 5 - 7 hari satu kali.

  • Hama Ulat

Ulat ini biasanya sembunyi di siang hari guna menghindari cahaya matahari. Dan akan keluar pada pagi hari sampai jam 07.00 serta akan muncul lagi jam 16.00 dan bersembunyi di mulsa maupun ketiak daun cabe. Pengendaliannya dengan menyemprot 5 tutup PESTONA serta 1/2 tutup AERO-810 di jam 06.00 sampai 07.00 serta jam 16.00 hingga 18.00.

  • Hama Kutu daun

Spesies Kutu daun yang kerap menghisap daun cabai yaitu jenis Aphids dan myzuspersicae. Mereka akan menyedot cairan daun sehingga daun jadi kering serta kriting. Lakukan pengendalian dengan menyemprot 5 tutup PESTONA atau 30 gr BVR atau 25 - 45 cc PENTANA serta 1/2 tutup AERO-810 a tangki tiap seminggu satu kali, setelah tanam [saat|pada} pagi maupun tender hari.

  • Hama Thrips

Gejala tanaman cabe yang terserang Thrips, yaitu daun akan terdapat warna perak [sampai|hingga} kecoklatan dan selanjutnya akan menguning dan pertumbuhanya akan kerdil. Thrips biasanya akan menyerang pada musim kemarau. Untuk pencegahan menyemprotkan 25 sampai 45 cc PENTANA tambah 5 - 10 cc AERO-810.

  • Hama Tungau

Serangan hama ini akan menyebabkan daun keriting serta menggulung ke bawah bentuknya seperti sendok kebalik. Pertumbuhan pucuk daun jadi terhambat dan perlahan daun berubah warna coklat serta kuning dan mati. Pengendaliannya dengan menyemprot 25 sampai 45 cc PENTANA tambah 5 - 10 cc AERO-810 each seminggu satu kali.

  • Hama Lalat Buah

Lalat Buah adalah lalat yang melakukan aktifitas saat siang hari serta akan menyerang buah yang dapat menyebabkan panen gagal. Untuk itu bila terdapat tanaman yang sudah terserang lebih baik dicabut serta buah yang telah terkena lalat bisa di musnahkan. Lakukan pengendalian dengan memakai METILAT LEM.

Cukup Sekian beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merawat tanaman cabe supaya memperoleh buah yang maksimal dan Panen yang maksimal. Semoga bermanfaat.