Penulis Topik: trik mixing sederhana (recording) 80% pakai software  (Dibaca 140227 kali)

Offline descrates

  • Pro500
  • ******
  • Tulisan: 521
  • Reputation: 5071
    • Lihat Profil
Re: trik mixing sederhana (recording) 80% pakai software
« Jawab #10 pada: Juli 29, 2011, 10:18:42 AM »
Equalizer + ?? bits + 192000Hz + 3D movement & psychoacoustic + magics :D

EQ kalau dalam proses pembuatan lagu banyak softwarenya sih, tapi senangnya pakai supereq (plugin winamp by shibatch yg diadaptasi foobar) + ffdshow audio decoder + teknik re-recording, alasannya supereq ada parametrik manual, jadi bisa diisi nyampe 250+ bands, kenapa begitu istimewa? karena presisi banget n creatornya juga ikut bikin LAME jadi reputasi top, cuma graphic eq perlu di rombak, compile ulang (ganti settingan 18-band awal ke settingan 16-band versi jet audio + 2 band tambahan di 30Hz n 17000Hz)

beberapa titik Hz unik dalam EQ
1. titik ~16500Hz~, kebanyakan dicut
2. titik 8000-10000Hz
3. titik 1200-1600Hz
4. titik 50-100Hz

nah lanjut lagi, pernah dengar VST Electric-Q
sebenarnya equalizer ini lumayan kok meskipun kurang, coz yang dibutuhkan cuma 'peta'nya

lanjut, ke bits, bisa dibilang
kualitas juga relatif, cukup nyaman dikuping kok kalo bit-nya memadai (standar 32 bit float), atau 24 bit, tapi kadang kuping nggak bisa bedain kalo dicheat 16bit->32bit processing->16bit soalnya ada bagian bening yang revealed, apalagi tambah ilusi suara jadi nggak bisa dibedain, seberapa pentingkah bits, ya penting banget, kalau dulu biasa pakai 20bits (kayak lagunya kitaro) terus jadi 24bits keatas meskipun 16bits tetap jadi acuan, terutama kalau save as to mp3

sekarang lanjut ke standar sample format 192000Hz ya standar Hz buat recording kelas dunia, kenapa? jawabnya untuk menjaga kualitas frekuensi, yang jelas makan harddisk, tp gw msh pake yg 96000Hz

next 3D movement & psychoacoustic, jantung dari dsp nah perkembangannya dimonopoli dolby, yang terkenal dolbyprologic 2 dan dolbyhph yang legend (effect ilusi suara biar kayak di TKP, biasanya untuk kanal 5.1 atau 7.1) nah seberapa penting? penting banget misal buat semacam 3D audio, fading, terus penerapannya? pernah dengar lagu UTOPIA - Benci? diintronya? sederhananya begitu, atau yang di film-film bioskop
ya emang kompleks, tapi sudah umum

dari hal-hal yang udah ada hal2 magic, format unik untuk testing apakah recording kita
bagus apa nggak, di filter jadi kualitas telepon, terutama buat bisnis RBT, kalau itu bagus berarti bagus, kadang juga malah faktor cacatlah yang dicari, misalnya suara groupies buat nendang live recording (remastered + remixed version), conto SuJu - Sorry Sorry Live Special Edition dsb, trs klo playback mp3 cenderung better libMAD drpd FhG decoder

next LMMS, klo ada waktu
TASKKILL /F /IM SMΔRTP.exe /T

Win7 32bit [kernel patch] --- 2x2,8GHz Intel --- 8GB RAM DDR3 --- 512MB 9600M GT NVidia --- Iron 15 beta --- Opera Mini Proxies

other OS: Lucid Puppy, XP SP2 [custom], XP SP3, Win7 64bit, Tails

Offline descrates

  • Pro500
  • ******
  • Tulisan: 521
  • Reputation: 5071
    • Lihat Profil
Re: trik mixing sederhana (recording) 80% pakai software
« Jawab #11 pada: November 29, 2011, 10:51:06 AM »
teknik re-recording (ada yang bilang summing/summoning)

meskipun sedikit kontroversi perbedaan tafsir:
ada yang bilang re-recording itu lebih ke efek " real live" yang
memanfaatkan athmosphere/psychoacoustic TKP, misalkan Tokyo Dome,
jadi benar-benar di play di Tokyo Dome (bukan murni live recording),
sedangkan summing lebih kepada software/virtual Reality/Roomworks
sekalipun ada psychoacousticnya tapi "kurang angker/kurang feel"
karena sifatnya tadi (sum of the original tracks on to another track)
ada juga yang keduannya dibilang sama... tapi menurut saya bedanya
hanya pada character yang dihasilkan, jangan diperdebatkan

sebenarnya sederhana, kita memanfaatkan output bit yang lebih tinggi
dan tentu saja duplex model (bisa recording internal & external)
sound stereo surround system lengkap, sejauh ini sangat baik untuk
midi/synth engine/tracking etc
untuk realisasi butuh soundcard yang baik atau diatas rata-rata
disamping itu banyak beredar soundcard HD yang support hal ini
meskipun banyak pihak yang kurang sepakat tentang penerapannya
alasannya pun cukup menantang, dikarenakan ini adalah teknik live
recording yang di implant ke studio recording system
misal input 16 bit, output 32 bit-float bahkan 64bit
(mudahnya bisa dicek pakai asio4all)


PS:
    kalau di luar negeri biasanya untuk lipsync, pre-record studio
    lalu re-recording di tempat konser (banyak kpoper yang pakai)
    di play deh, "cacat" audio sengaja diadakan, apalagi tambahi
    yel-yel terus teriakan dari fanchant tambah mantap deh

ada juga yang bilang teknik ini yang nantinya akan ke step
bouncing/mixdown/render (mix many track untuk jadi single track)
tapi sekarang sudah agak janggal (meskipun masih dipakai)
karena sekarang sudah surround (dolby)


nah bagaimana cara kerjanya, setelah master sound siap sedia
1. kita butuh audio player software/hardware (foobar, aimp, wkwkwk)
   adakala pakai yang support multi VST host! atau pakai DAW bisa
   terserah sih, yang penting bisa play dengan smooth
   atau pakai keduanya juga bisa, terutama untuk multi purpose, etc
2. kita butuh VST khusus misal yang terkenal Ozone (agak jelek sih)
   tapi banyak beredar kok, cuma masalahnya mahal-mahal satu alat
   bisa jutaan, :p
3. kita butuh audio f/x bawaan, f/x sound card untuk set bit
   misal realtek, creative (cari yang bagus banget juga boleh)
4. kita butuh recording engine (audacity, etc)
5. mulai play di TKP dan recording dengan audacity/etc
   mulai instrumen sampai everything
   (satu per satu, kayaknya kuno tapi bagus hasilnya karena bisa
    sekalian adjusting gitu) yang penting bisa record 32bit-float
6. setelah semuanya terrekam, barulah di tata
   (ada juga dipakai double re-recording, re-recording di Tokyo Dome
    lalu re-recording lagi di Yokohama Stadium, padahal sumbernya
    studio Abbey Road) feelnya dahsyat
   apa perlu mastering? cuma setting volume dan RMS

happy hour, kadang juga butuh sound card kuno untuk kesan klasik
TASKKILL /F /IM SMΔRTP.exe /T

Win7 32bit [kernel patch] --- 2x2,8GHz Intel --- 8GB RAM DDR3 --- 512MB 9600M GT NVidia --- Iron 15 beta --- Opera Mini Proxies

other OS: Lucid Puppy, XP SP2 [custom], XP SP3, Win7 64bit, Tails

Offline Anri Januar

  • Pro10
  • ***
  • Tulisan: 22
  • Reputation: 58
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re: trik mixing sederhana (recording) 80% pakai software
« Jawab #12 pada: April 29, 2012, 11:23:13 PM »
Nice Info banget ...
Dah lama ga baca-baca Thread ini ...
^__^

Salam,

Offline descrates

  • Pro500
  • ******
  • Tulisan: 521
  • Reputation: 5071
    • Lihat Profil
Re: trik mixing sederhana (recording) 80% pakai software
« Jawab #13 pada: Mei 07, 2013, 11:22:21 AM »
LMMS trik & tips

adalah suksesor FL Studio, cross-platform dan gretongan
karena ada keterbatasan platform ya gunakan versi linux + winsucks
(di winsucks ada FL Studio, jadi bisa combo)
semuanya hampir lengkap kecuali wave editor

yang dibutuhkan untuk support

1. midi engine, software buat bikin file MIDI, terserah apa aja
   mau wav2midi, anvil studio, onyx arranger etc, penting bisa bikin MIDI
   pakai hardware (keyboard) juga gpp

   kadang butuh hack langsung ke file midi tersebut, untuk menghasilkan
   kesan magic (salah baca) dari midi player

   kadang juga butuh DLS buat ujicoba

2. soundfont, cari saja di internet yang terkenal Crisis General Midi 3.0
   ukurannya sekitar 1.5GB, ini udah powerfull + realistic engine
   moga yang versi 4.0 cepetan jadi atau Chorium yang cuma 26MB,
   atau juga punyanya mixcraft suka-suka yang penting cocok
   (soundfont kadang dipack .sfpack/.sfark)
  
   butuh sentuhan unik/kuno/langka misalnya
   - Kawai Grand Piano Denoised, suara khas Kawai cuma tidak perfect
     jadi ingat pianonya yoshiki
   - Equinox Grand Pianos, versi bajakan STEINWAY
   - Stratocaster Light Overdrive, efek overdrive klasik
   - Spekko Gothic Organ, untuk kesan gothic misal band mois dix mois

   ya banyak bertebaranlah, MINIMAL dengan bekal soundfont yang bagus
   maka hasilnya juga akan kelihatan

3. sample audio, alternatif aja buat style kayak Santana, Joe Satriani
   di internet banyak, sebagai ganti artis / hardware / vsti
   kadang efek psychoacoustic tidak bisa digantikan
   misal drum Tama, gitar Fender etc tapi negatifnya makan space HDD

4. UTAU, dimanfaatkan untuk converter nada
   jaga-jaga kalo sample audionya nggak support nada yang kita mau
   lumayanlah biar kata banyak yang bilang nggak jelas

5. LADSPA/VST-Plugins, sejauh ini kurang ada visualisasi yang lumayan
   untuk melihat hasil, tapi support kok, tinggal comot dari aplikasi lain
   (meskipun nggak dilihat WAVEFORM-nya) tapi kalau punya kuping bagus?
   bisa juga lewat dsp_vst/vst host, 'bridge' pada player, winamp etc
   misal buat hosting vst-nya izotope

6. atmosphere, sebenarnya tidak ada patokan, cuma kesan "angker"
   akan terasa sekali, boleh percaya boleh tidak

7. CUBASE, dimanfaatkan untuk [aransemen sample audio] secara sporadis
   terutama dalam dragging dalam skala milisecond
   meskipun LMMS secara default "mampu", tapi tidak bisa detil

8. speaker, gunakan speaker yang pas, misal SWAN, etc


plugins instrument

1. audio file prosesor = untuk sample audio, lumayan dipakainya
2. bit invader = untuk support/sync custom wave
3. kicker = untuk drum sintetis
4. lb302 = untuk bass sintetis
5. mallet = untuk bell, marimba etc sintetis
6. organic = untuk organ sintetis
7. freeboy = untuk suara game sintetis
8. patman = untuk PAT compatible file
9. sf2 player = untuk mainkan soundfont
10. sid = emulator sound, mos6581
11. triple oscilator = untuk modulasi preset
12. vestige = untuk vsti
13. vibed = untuk vibra sintetis
14. zynaddsubfx = zynaddsubfx


langkah-langkah newbie

1. setting semuanya, soundcard, mouse 3 button, direktori soundfont, etc
2. bikin MIDI dulu, partitur ya butuh pemahaman sih kayak loop de loop
   (serius susah)
3. belajar dari project yang ada, pelan-pelan aja, mulai dari 1 part
   masukan sample audio, misalkan drum, terus sinkronisasi tempo
4. kumpulkan satu per satu, digabungkan, bedakan song editor dengan
   beat+bassline editor, fungsinya beda tapi bisa lansung ke song-editor
5. jadi instrumental atur tempo, lalu eksport
6. pake wave editor Audacity buat mixing

---------------------------------------------

color noise, noise shaping, dither, resampling and convert bits pada output audio

first step
ini bukan DSP tapi lebih kepada hal yang melekat pada audio digital sendiri
ide awalnya dari teman-teman/supporter di LAME
nyata implementasinya kebanyakan di audio lossy MP3, OGG Vorbis, WMA, AAC
terutama dalam lossy audio, yaitu MP3 dan OGG
sementara audio lossy lain kurang bisa 'dirasakan', 'jelek' etc
bisa karena ada 'pembatas pada decoding' ataupun 'close source' (susah gitu)
meskipun lossless juga (pecinta lossless) tapi jarang
kenapa? karena dalam lossy butuh 'hitung-hitungan'
kalau 'segini' setelah diencode jadinya bagaimana? kok hilang?
berarti kurang 'tebal' biar jadi transparan


color noise
mungkin banyak yang rancu, tapi sebenarnya gampang, color noise itu warna-warna
bunyi A warnanya biru misalnya karena yang omong si A
bunyi A warnanya pink misalnya karena yang omong si B
ternyata bunyi A warnanya putih misalnya karena yang omong si decoder?
ada standarnya sih, 'bunyi A'
misal kalau hitam = silent dsb, ada putih, pink, orange kecokelatan, sampai keunguan
kalau 16-bits ya seperti warna ikon 16-bits, 24-bits seperti JFIF/JPEG
meskipun kuping susah membedakan antara 24-bits, 32-bits dengan 16-bits
ibaratkan saja warna tinta, kepekatan tinta, buram, jernih sekitar itu
kadang terlalu berisik jadi harus cut-off/filterpaling tidak supaya nyaman dikuping
masuk spesifikasi dsb, setelah itu bagaimana peranan decoder, disini decoder diuji
ujian terbesar menggambarkan kembali secara 'benar', 'real' dsb
kadang terlalu 'risky', ya kadang tidak bisa mewarnai kembali
(kalau benar-benar dicut habis)
contoh :
pernah kena jebakan betmen, bilangnya mp3 320 kbps tapi kualitas radio
apa decoder bisa memulihkan?


noise shaping
ya mudahnya doping gerakan wave, penambal void, penyelaras color
misalnya aslinya bolong, dengan noise shaping jadi 'tertutup'
kok bisa? ya bisalah, kan termasuk digital waveshaper saturation
mudahnya dibikin fokus (ibarat anti-aliasing pada grafika)


dither
dither itu gentaran, atau gigilan, ibaratkan ujung kuas, mata pena dsb
yang kemudian membentuk matrik kecil-kecil, hingga membentuk 'gambaran' suara
gaussian. triangular, rectangular // gauss, segitiga, kotak panjang
nah biasanya saat resample/output, pasti kena efek ini, meskipun sangat kecil
hanya nol koma nol, disatu sisi decay kualitas, tapi kadang 'fill a void'
((asal 'codebase'-nya ada) mirip blur degree)
lanjut, dalam mastering/mixing, kadang sulit menggambarkan bagaimana cocoknya
misal ada bunyi yang cocok dengan dither gauss, ada yang tidak, tergantung sih
tapi kebanyakan di mix untuk sebuah toleransi, banyak kasus begitu
maka cari yang cocok tapi "nendang" illusioning-nya


resampling (ada yang mengatakan masuk dsp)
sudah tahu kan outputan dari 44.1 atau 48.0 tapi gunanya apa?
sebenarnya untuk memulihkan bagian-bagian yang missing, untuk 'kebeningan' dsb
tapi kadang kurang ngeh juga, misal dari rasa 44.1 jadi 96.0
pakainya >>> The SoX Resampler library (libsoxr)


convert bits
biasanya didown, dari 32-bits jadi 16-bits
tapi bisa juga diup, dari 16-bits ke 32-bits/24-bits
lalu dengan range space 32-bits/24-bits bisa ditembaki dengan DSP
efeknya apa? minimal bening, clare, dsb


implementasi dilapangan
aslinya juga MP3 tidak bisa untuk implementasi secara benar
MP3 (FhG) dalam hal ini dikatakan jelek banget diatas 16500Hz
tapi dengan hack dari LAME, SSRC dan libmad, bisa diimplementasi
ditambah pernak-pernik code racikan dalam LAME itu sendiri
untuk saat ini audio lossy belum bisa 100%, banyak kecelakaan. dsb
kadang sudah bagus-bagus ketika didecoding malah keder (kasus di AAC)
kalau suka OGG, sebenarnya format ini bagus dan recommended secara umum
cuma dikatakan masih belum mature, atau pendapat lain kurang memasyarakat
sementara WMA/AAC dikatakan 'close source' dan 'cannot analysed'

contoh lain lagu "Cinta Satu Malam" yang mau dijadikan MP3
bagusnya diencode pakai GOGO-NO-CODA/ITUNES ketimbang LAME
aneh bukan, kecil tapi krusial, nanti ketika output akan terasa sekali
atau mendingan play pakai aimp, suara mp3 lebih bening, winamp jelek?
seputar celetukan ringan, tapi end-user tetap kritis kok
meskipun begitu saat ini sedikit orang yang paham


other (crazy) side
banyak orang yang lebih memilih simple shortcut, nekat, asal jadi, etc
atau lebih suka "rebirth" lewat disk-write (winamp, aimp dan sebangsanya)
mp3 sample, lalu diolah, biasanya pakai disk write, libmad dan SSRC
bikin mp3-nya instan (auto midside), didsp_VST mastering (Ozone etc)
dan tentu membutuhkan soundcard gokil dan engine mastering kelas dewa
lalu terserah mau dibikin apa (experimental/coba-coba)
biarpun kadang tidak sempurna (karena void/line di sb16 keatas)
yang secara tidak langsung mereka menerapkan tanpa mereka tahu
tapi kadang salah 'mewarnai', jadinya malah aneh saat di-play
karena bunyi digital beda dengan analog

kadang hack juga berperan, wkwkwkwkwk hacker
kalau pecinta musik remix/dance, yang energinya cukup tinggi, yang ngebeat
reproducing beat/mix lebih mudah daripada mengolah melody
sebenarnya ini rahasia umum anak-anak di komunitas soundcloud.com
digunakannya model setengah lossy dan setengah lossless, biar lebih praktis
toh juga outputnya seperti itu (mp3-red)

---------------------------------------------

membuat studio reverb untuk vocaloid3, melalui AUDACITY PORTABLE (win32)
kegunaannya untuk membuat suara lebih vivid, terutama untuk megpoid
Megurine Luka juga bisa^^,

AUDACITY
=========
1. cari VST Effect berikut:
    1. MVerb (MVerb.dll)
    2. GSnap (GSnap.dll)
   copy ke \Audacity\Plug-ins\
2. cari LADSPA Effect berikut:
    1. C* JVRev - Stanford-style reverb from STK (CAPS.dll)
    2. TAP TubeWarmth (tap_tubewarmth.dll)
   copy ke \Audacity\Plug-ins\
   (untuk lebih mudah copy-paste dari LMMS\plugins\ladspa\)
=========

VOCALOID3
==========
Aktifkan Mixer, View >>> Mixer
Klik bagian VST1 untuk track dengan V3Comp
Export sampai selesai

AUDACITY
=========
1. setelah export ke .wav dari vocaloid, buka AUDACITY
2. import file .wav hasil dari vocaloid tadi, lalu tunggu sebentar
3. klik effect, scroll sampai ketemu Effectnya
4. Gunakan Effect tersebut satu demi satu, agak lama memang
   1. GSnap, mode otomatis
   2. MVerb, preset Subtle
   3. C* JVRev - Stanford-style reverb from STK
      - t60 = 0.92
      - blend = biarkan default
   4. TAP TubeWarmth
      - Drive = biarkan default
      - Tape--Tube Blend = -10.0

5. Export
6. Masukan ke BBE Effect
TASKKILL /F /IM SMΔRTP.exe /T

Win7 32bit [kernel patch] --- 2x2,8GHz Intel --- 8GB RAM DDR3 --- 512MB 9600M GT NVidia --- Iron 15 beta --- Opera Mini Proxies

other OS: Lucid Puppy, XP SP2 [custom], XP SP3, Win7 64bit, Tails

Offline Uko_Corleone

  • Pro500
  • ******
  • Tulisan: 1.850
  • Reputation: 65409
    • Lihat Profil
Re: trik mixing sederhana (recording) 80% pakai software
« Jawab #14 pada: Mei 08, 2013, 04:13:23 PM »
Kenapa ga sekalian pake adobe audition pro cs6 aja?
kan udah se-pack tuh ama fitur mantep-mantepnya :D

Offline descrates

  • Pro500
  • ******
  • Tulisan: 521
  • Reputation: 5071
    • Lihat Profil
Re: trik mixing sederhana (recording) 80% pakai software
« Jawab #15 pada: Mei 12, 2013, 03:07:53 PM »
karena adobe audition jelek
TASKKILL /F /IM SMΔRTP.exe /T

Win7 32bit [kernel patch] --- 2x2,8GHz Intel --- 8GB RAM DDR3 --- 512MB 9600M GT NVidia --- Iron 15 beta --- Opera Mini Proxies

other OS: Lucid Puppy, XP SP2 [custom], XP SP3, Win7 64bit, Tails

Offline Uko_Corleone

  • Pro500
  • ******
  • Tulisan: 1.850
  • Reputation: 65409
    • Lihat Profil
Re: trik mixing sederhana (recording) 80% pakai software
« Jawab #16 pada: Mei 18, 2013, 09:20:49 AM »
karena adobe audition jelek
emang udah pernah coba?
bisa ngomong kaya gitu

Offline Anri Januar

  • Pro10
  • ***
  • Tulisan: 22
  • Reputation: 58
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re: trik mixing sederhana (recording) 80% pakai software
« Jawab #17 pada: April 24, 2014, 11:25:39 PM »
Kenapa ga sekalian pake adobe audition pro cs6 aja?
kan udah se-pack tuh ama fitur mantep-mantepnya :D

Adobe Audition Itu cukup bagus dan Professional ...
semua DAW itu bagus, ga ada yang jelek ...
karena rata-rata prosesnya sama saja ...
ada Track/Multiple Track, Volume Proses, FX Proses, Stereo Proses, dan lain sebagainya ...

tapi, semua tergantung kebutuhan, keinginan Sound Engineer ...
yang penting "MAN BEHIND THE GUN"
SDM (Sumber Daya Manusia) lebih penting daripada Media/Gearnya ...

Salam ...

Offline descrates

  • Pro500
  • ******
  • Tulisan: 521
  • Reputation: 5071
    • Lihat Profil
Re: trik mixing sederhana (recording) 80% pakai software
« Jawab #18 pada: Juli 03, 2014, 12:48:20 PM »
jelek itu relatif sih, bagus juga relatif, kenapa adobe audition jelek? jawabannya ya (mungkin) ada produk yang lebih bagus, ini soal selera (minimalis)

dan setuju juga man behind gun

seperti adobe reader dan foxit reader, maka lebih ke foxit reader dilihat dari fungsi secara suara mayoritas, atau pake google chrome sudah cukup, kadang pengguna butuh situasi yang cukup akomodatif, efektif dan efisien

kasus antara adobe photoshop dan the gimp, maka akan banyak bagus ke photoshop dan bilang gimp jelek, nah kurang lebih begitu

balik lagi ke topik, VOCALOID3
kali ini mau bahas efek tarikan vocal vocaloid lewat reversing reverb, kadang perlu untuk kesan alamiah dengan kesan vivid, bisa dipakai untuk instrumen juga, pakai audacity yang gampang
1. import, master vocal
2. effect reverse
3. effect C* JVRev Stanford-style reverb, nah t60-nya dikurang jadi 1.38
4. effect reverse lagi
5. selesai, tinggal copy paste bagian-bagian "tarikan vocal" ke master vocal
6. karena pakai Stanford-style jadi relatif nyaman kalo master vocal di efek seperti posting terdahulu

VINTAGE LIMITER & VINTAGE REVERB ENVIRONMENT
kali ini kita akan bahas sesuatu yang mungkin sudah terlupakan, kesan deep, mantap, etc dari hardware kuno yang tidak tergantikan, sayangnya ketika itu kualitas rekaman belum seperti sekarang, coba dengar metallica, atau musisi 80-an, 90-an
1. kebanyakan software kompi tipe sekarangi cenderung ke brickwall minded dan yang vintage sudah jarang, yang ada realisasi lewat tipe hardware, ruangan studio/stage, etc bahkan beberapa mahal harganya seperti 17 hertz studio di LA
2. mungkin lewat software/vst/au bisa "diakali" tapi tetap aneh, percaya atau tidak, ini kalah jauh jika dibandingkan dengan gitar tua, serba tua, studio tua dengan dinding agak gimana gitu lalu recording tanpa sentuhan komputer
3. ini cuma tes, coba praktekan efek valhalla room (bayar) "gothic hall" atur ya atau pakai yang mirip-mirip lalu kasih thrillseeker vbl, apa yang didapat?
4. ada semacam denyutan yang cukup asyik bukan? bagaimana kalau itu sebuah hardware?
5. selamat bereksperimen :)
TASKKILL /F /IM SMΔRTP.exe /T

Win7 32bit [kernel patch] --- 2x2,8GHz Intel --- 8GB RAM DDR3 --- 512MB 9600M GT NVidia --- Iron 15 beta --- Opera Mini Proxies

other OS: Lucid Puppy, XP SP2 [custom], XP SP3, Win7 64bit, Tails

Offline descrates

  • Pro500
  • ******
  • Tulisan: 521
  • Reputation: 5071
    • Lihat Profil
Re: trik mixing sederhana (recording) 80% pakai software
« Jawab #19 pada: Agustus 01, 2014, 09:26:37 PM »
FAST CHORUS ON VOCAL

kalau musik jaman sekarang mungkin jarang pakai, tapi ada baiknya dicoba dengan hardware klasik tentunya, nuansa jadul dengan syarat mutlak vokal yang mumpuni, mencipta ilusi live performance yang keren, kebalikan dari BBE dan sejenisnya



WARM HALL NATURAL EFFECT ON LIVE RECORDING

kalau punya ruangan hall yang hangat, beton & kayu, atau apalah, tapi beton lumayan cadaslah nah itu bisa digunakan live recording, kerenlah karena udara panas menghasilkan suara yang oke, metallica - one pakai teknik ini
TASKKILL /F /IM SMΔRTP.exe /T

Win7 32bit [kernel patch] --- 2x2,8GHz Intel --- 8GB RAM DDR3 --- 512MB 9600M GT NVidia --- Iron 15 beta --- Opera Mini Proxies

other OS: Lucid Puppy, XP SP2 [custom], XP SP3, Win7 64bit, Tails