Perlihatkan Tulisan

Seksi ini mengijinkan Anda untuk melihat semua tulisan yang dibuat oleh anggota ini. Catatan bahwa Anda hanya bisa melihat tulisan yang dibuat dalam area di mana Anda memiliki akses terhadapnya.


Pesan - KnoAcc

Halaman: [1] 2 3 4 ... 36
1
Aplikasi Mobile (Android, iOS) / Re:Termux
« pada: Januari 15, 2020, 07:31:39 PM »
masih pake. meskipun kepake cuman buat pull, push, commit di github doank.  =))

2
Aplikasi Mobile (Android, iOS) / Re:Bug aneh di Android P (Android)
« pada: Januari 15, 2020, 07:25:49 PM »
ahsiaaap.... paham sekarang  \m/

3
Aplikasi Mobile (Android, iOS) / Re:Low Memory Killer di Android
« pada: Januari 15, 2020, 07:23:40 PM »
Nahhh....  : \m/

4
Aplikasi Mobile (Android, iOS) / Re:Google Weather (Android)
« pada: Januari 02, 2020, 09:39:26 PM »
jadi penasaran.

OS Android macam apa yang terpasang diponselmu gan? Merek ponselmu apa sih gan?

5
Aplikasi Mobile (Android, iOS) / Re:Low Memory Killer di Android
« pada: Januari 02, 2020, 09:34:53 PM »
ok, jadi apakah grenify termasuk dalam kategori sotoy gan :D nanya loh ini. ohya yang dimaksud reload ini apakah wake-up terjadwal (atau terpicu kondisi tertentu) dari aplikasi? misal facebook mendeteksi perubahan koneksi untuk membangunkan aplikasi dan memulai service push notification.

Kalau di ane, sejak awal lebih memilih untuk melakukan freezing aplikasi biang kerok (umumnya aplikasi sosmed) dengan bantuan aplikasi pihak ketiga pada android Pie dan sebelumnya. Ini lebih efektif menurut ane daripada memakaibapp LMK. Repot? tentu, jadi ane lakukan hanya pada saat akan menjalankan aplikasi yang benar-benar berat dan butuh sumber daya gede. misal: editor foto/video atau sekedar butuh koneksi yang tak terganggu, misal : Game.

-- kini di android 10, sudah ada fitur serupa untuk men-"jeda aplikasi". jadi aplikasi tersebut seperti tidak terpasang, prakteknya sama dengan freezing lewat 3rd app.

pilihan lainnya, memodifikasi properti LMK itu sendiri. banyak kan tutor modifikasi nila LMK via build.prop? Sekarang malah lebih enak lagi karena adanya magisk sudah banyak modul-modul semacam ini yang bisa diakses, tinggal sesuaikan dengan spek ponselnya.

6
Aplikasi Mobile (Android, iOS) / Re:Tachiyomi - Manga Reader Gratis
« pada: Januari 02, 2020, 09:06:02 PM »
aww rirlis terakhir april 2019 ya? ... udah 3 bulan ini masih work? baru-baru ini manga P1r4©Y banyak yang kena razia dan ditutup loh gan  <=)

-- eh, coba dulu bah..

7
Aplikasi Mobile (Android, iOS) / Re:Bug aneh di Android P (Android)
« pada: Januari 02, 2020, 08:59:53 PM »
bahasan yang menarik, tapi kok terlalu datar-datar gimana gitu.

nah di display accept kalo diganti mimic like ads
atau rate apps juga bisa
orang nggak akan ngeh kalo telah setuju diremote

tambahi secara teknis dong, mis: dev appnya pakai apa.

kemudian apakah app remote ini (maksudnya dengan tampilan permintaan akses yang sudah meniru tampilan permintaan rate) sudah diuji di device vendor yang mana, os pie custom atau rilisan google.

saya ingat, dulu ada pertanyaan di blog ane pas jaman ICS, kurang lebih "bang pas saya buka browser itu ada pemberitahuan ponsel saya gak aman dan disuruh update os android. tapi pas sudah saya update gak ada perubahan apa2, yang ada malah iklan muncul terus dan baterai jadi boros." nah, itu cerita lama. balik lagi ke app remote ini, kira-kira masih bisa menipu pengguna awam kah?

nah, yang jadi pertanyaan kemudian adalah apakah memang bisa sama ui permintaan rate dengan ui permintaan koneksi dari app? kalau sama kok ya kebangetan banget. google loh ini  ;>

mohon maklum kalau pertanyaannya ane aneh. soalnya bukan developer juga sih   ^_^

8
 ;D

2019, sekarang kingroot ampuh untuk rooting hanya untuk perangkat ecek-ecek

9
Aplikasi Mobile (Android, iOS) / Re:Snapseed for Android
« pada: Mei 10, 2017, 02:08:58 AM »
Sebenarnya sudah lumayan lama tapi baru heboh sekarang
Secara fitur lebih mendekati GIMP tapi instan banget (aslinya bikinan Nik software)

Mungkin google niat bertarung juga di ranah fotografi

Yup. Salah satu font yang dipake (kebetulan) font favorit ane: Dosis.
Lisensinya free both for non-comercial and commercial use.

Untuk versi barunya banyak tambahan fitur juga.

10
Kalau bicara Android, kebanyakan user mahir pasti nyangkut di bahasan ROOT dan Custom ROM.

Dulu, Aplikasi pengelola superuser ya cuma superuser saja. Kemudian muncul SuperSU yang lebih advanced. Di ikuti Clockworkmod Superuser.

Sementara metode rooting mulai berkembang dan lebih mudah sejak munculnya aplikasi Framaroot. Yang kemudian muali mati perlahan sejak OS Lollipop. Namun, sebelum framarot mati, sudah banyak aplikasi rooting semisal Kingroot yang belakangan makin tangguh karena masih mampu menjebol OS Lollipop yang meskipun lagi lagi kewalahan saat update Marshmallow.

Sejak itu pula metode rooting kembali ke mode primitif. Melalui PC dengan ADB. Namun tak seperti di awal modifikasi (jaman android Gingerbread - ICS) kini metode rooting pun memanfaatkan mode fastboot agar bisa menempatkan custom recovery sebelum rooting. Selanjutnya menggunakannya untuk menempatkan file binary SU ke partisi system dengan memanfaatkan file flashable zip.

Lagi-lagi, android punya fitur baru. Mengingat keamanan ponsel yang sudah ROOT sangat rentan, aplikasi tertentu makin cerdas. Mampu mendeteksi apakah partisi system termidifikasi atau tidak (biasanya memindai ada atau tidaknya file binary SU) dan menolak untuk dibuka jika ponsel dalam kondisi root. Belum lagi adanya fitur SafetyNet yang diperkebalkan Google. Makin pusing para opreker.

Akhirnya, alur modifikasi pun mulai beralih ke mode systemless. Artinya, merubah System tanpa merubah apapun yang ada di system. Prinsipnya, dengan membuat file image partisi. (*.img) yang berguna menampung file modifikasi yang sebelumnya diletakkan di partisi system. Kemudian melakukan mounting image partisi sebagai salah satau direktori yang ada di partisi system.

SuperSU yang jadi kambing hitam karena jadi biang kerok pun merilis SuperSU systemless. Tetapi bagaimana dengan modifikasi lain seperti Xposed dll? Akhirnya, Magisk pun mulai melambung. Magisk awalnya digunakan sebagai wadah untuk modifikasi systemless. Paling awal yang memanfaatkan Magisk adalah modifikasi audio seperti viper, dolby dll.

Makin kesini ternyata Magisk makin berkembang. Hingga akhirnya muncullah MagiskSU yang dikembangkan dari modus root SuperSU. MagiskSU sebenarnya SAMA dengan SuperSU. Hanya sedikit ubahan agar bisa terintegrasi dengan framework Magisk saja.

Dan sejak itu pula MagiskSU jadi primadona pengganti SuperSU. Tentu saja harus menggunakan Magisk sebagai franework. Penasaran dengan Magisk? Mau tahu cara menggunakan magisk? Simak: Cara Memasang Magisk Systemless Framework

Eh, ternyata setelah memasang Magisk (untuk pengguna Android Marshmallow, Lollipop dan Kitkat) bisa memasang Framework Xposed sebagai modul. Nah loh? Framework didalam framework terpasang sebagai modul dan modul itu bisa ditambahi modulnya sendiri. Makin pusing kan? Hahaha...

Regards

Admin KnoAcc Blog.

Halaman: [1] 2 3 4 ... 36