Penulis Topik: Mengapa Full Day School Tidak Tepat di Indonesia?  (Dibaca 512 kali)

Offline contohteks

  • Pro1
  • *
  • Tulisan: 1
  • Reputation: +0/-0
    • Lihat Profil
Mengapa Full Day School Tidak Tepat di Indonesia?
« pada: Agustus 06, 2019, 05:46:08 PM »
Tesis
Selama beberapa dekade, para politisi berdebat tentang berbagai gagasan untuk reformasi pendidikan untuk pendidikan Indonesia. Muhajir Effendy, yang baru-baru ini ditunjuk sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, misalnya, mempromosikan rencananya yang kontroversial untuk memperpanjang jam sekolah bagi siswa sekolah dasar dan menengah agar siswa yang berpendidikan lebih baik dan orang tua yang kurang stres.
Argumen 1
Pada saat peringkat pendidikan Indonesia di dunia masih rendah, rencana Effendy untuk sekolah sehari penuh tampaknya sangat logis. Jam sekolah tambahan bisa berarti
hasil lebih banyak pendidikan. Jika waktu sekolah diperpanjang menjadi 4 atau 5 malam, siswa dapat belajar lebih banyak.
Argumen 2
Menteri mengatakan bahwa pada jam-jam tradisional siswa dapat belajar tentang mata pelajaran akademik seperti matematika, sains, dan mata pelajaran pembelajaran lainnya. Kemudian, di jam tambahan, siswa dapat melakukan kegiatan ekstrakurikuler, seperti olahraga dan kegiatan keagamaan untuk melibatkan mereka dalam lingkungan belajar yang positif.
Argumen 3
Dia melanjutkan dengan menyatakan bahwa orang tua bisa mendapat manfaat dari sekolah sehari penuh juga. Mengetahui bahwa siswa di lingkungan yang aman dan positif akan memberikan ketenangan pikiran bagi orang tua terutama bagi mereka yang bekerja penuh waktu.
Argumen 4
Oleh karena itu, gagasan sekolah sehari penuh mungkin cocok dengan praktik sekolah tradisional di Indonesia yang dapat menambah beban bagi guru dan siswa. Sementara jam tambahan diharapkan untuk menikmati kegiatan belajar, mereka dapat berubah menjadi waktu tambahan untuk melakukan pekerjaan rumah. Ini mirip dengan apa yang terjadi ketika siswa mendekati ujian nasional, siswa belajar persiapan ujian sampai sore.
Argumen 5
Sekolah sehari penuh juga akan menambah beban bagi guru karena mereka harus tinggal di sekolah, menyiapkan rencana pelajaran dan menyiapkan kegiatan untuk jam tambahan. Ini bisa tidak adil bagi mereka karena mereka juga perlu bergaul dengan keluarga mereka. Selain itu, beberapa guru masih diperlakukan tidak adil, menerima gaji rendah.
Argumen 6
Saya percaya bahwa reformasi pendidikan adalah upaya yang kompleks. Negara kita telah mengidentifikasi masalah pendidikan berkali-kali, seperti masalah tes standar yang menyebabkan sistem sekolah kaku dan membuat sekolah seperti pabrik daripada memelihara kreativitas dan rasa hormat dari siswa.

Sebelum kesimpulan, kalian bisa membaca mengenai Pengertian, Struktur, dan Jenis-jenis teks eksposisi lengkap di www.contohteks.id

Perulangan
Sejauh ini, sistem sekolah kita cenderung menaruh terlalu banyak perhatian pada pengetahuan. Oleh karena itu, kegiatan di sekolah harus menyatukan ketiga hal itu dalam kegiatan sehari-hari dengan memiliki masalah berbasis masalah atau pembelajaran berbasis proyek untuk mempersiapkan siswa untuk belajar di dunia nyata. Selain itu, sekolah harus membuat aturan dan struktur yang dapat memelihara perilaku dan karakter positif siswa seperti penghormatan dan kepedulian.